Senin, 06 November 2017

PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA

Makalah Biokimia pangan


PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA



Disusun Oleh :
Indah Shaliha 140210110012




JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014





Abstrak
Pada mangga bagian yang dikonsumsi dari mangga hanya buahnya saja, padahal pada bijinya  jugamemiliki kandungan gizi yang tidak kalah banyak dari buahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah  Untuk mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai produk alternatif jebingga dan untuk mengetahui keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi jebingga. Hasilnya adalah biji mangga yang diubah menjadi makanan yang lebih layak yaitu jenang biji mangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah biji mangga dapat dijadikan sebagai produk olahan alternatif (jenang) dan biji mangga dapat ditambah daya tariknya untuk konsumsi sehingga meningkatkan nilai pemanfaatan biji mangga tersebut.






















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Makanan yang baik dan berkualitas bukan ditentukan oleh penampilan dan cita rasanya saja, tetapi lebih ditekankan pada nilai gizi dan zat-zat yang terkandung dalam makanan. Secara umum menu makanan masyarakat Indonesia itu masih lebih banyak mengandung kalori dari pada unsur gizinya. Dengan cara mengkonsumsi buah-buahan, salah satunya buah mangga .
Mangga, nama buah ini berasal dari mayalayan monga. Kata ini diubah menjadi bahasa indonesia yaitu mangga, dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang portugis dan diserap menjadi mangga (Bahasa Portugis) mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti (pohon) yang berbuah mangga. Buah ini berasal dari India yaitu di sekitar perbatasan India dengan Burma. Mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya 1500 tahun yang silam, buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah seperti mempelam (melayu).
Bagian daerah dari buah mangga yang dikonsumsi hanya daging buahnya saja. Sebab buah mangga kaya akan kalium dan Vitamin C. Kalium yang berfungsi untuk menangkal hipertensi dan vitamin C yang berfungsi sebagai sintesis kalogen matriks tulang dan gigi metabolisme asam amino, pertahanan tubuh, penyembuhan luka. Selain mangga yang masak masyarkat juga mengkonsumsi buah yang masih muda, yang kerap dijadikan rujak, manisan, irisa buah kering di kalengkan dan lain-lain. .Namun dalam pengonsumsiannya, masyarakat terpaku pada daging buahnya saja. Sedangkan bijinya memiliki kandungan gizi yang tidak kalah banyak. Umumnya biji mangga hanya dibuang begitu saja padahal bila dilihat dari segi gizi tak kalah banyak dengan dagingnya.
Karena itu disini penulis bertujuan mengolah biji mangga menjadi jenang (dodol) yakni jenang biji mangga.
1.2  Rumusan Masalah
a.       Apakah biji mangga dapat dijadikan olahan makanan berupa jenang (dodol)?
b.      Apakah manfaat dan keuntungan dari pengolahan biji mangga?

1.3  Identifikasi Masalah
a.  mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai produk aletrnatif jebingga.
b.  mengetahui keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi jebingga.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tanaman Mangga (Mangifera indica)
Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m. Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi 40 m atau lebih, meski kebanyakan mangga peliharaan hanya sekitar 10 m atau kurang. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam. Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 m. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 cm.
Buah mangga termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang (mangga golek). Panjang buah kira-kira 2,5-30 cm. Pada bagian ujung buah, ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Di atas paruh ada bagian yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.
Kulit buah agak tebal berbintik-bintik kelenjar; hijau, kekuningan atau kemerahan bila masak. Daging buah jika masak berwarna merah jingga, kuning atau krem, berserabut atau tidak, manis sampai masam dengan banyak air dan berbau kuat sampai lemah. Biji berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang tebal, mengayu dan berserat. Biji ini terdiri dari dua keping; ada yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional.
Gambar 1. Pohon Mangga
2.2  Klasifikasi Mangga
Kingdom                     : Plantae
Difisi                           : spermatophita
Filum                          : magnoliopsida
Kelas                           : magnoliopsida
Ordo                            : Sapindales
Family                        : Anacardiaceae
Genus                         : Mangifera
Spesies                        : Mangifera indica.


2.3 Manfaat Mangga
            Mangga terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging.
Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik. Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran. Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.
Daun mangga mengandung senyawa organik tarakserol-3beta dan ekstrak etil asetat yang bersinergis dengan insulin mengaktivasi GLUT4, dan menstimulasi sintesis glikogen, sehingga dapat menurunkan gejala hiperglisemia.






















BAB III
PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa biji mangga yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan produk olahan alternatif “ jebingga “ (jenang biji mangga). Seperti halnya jenis tumbuhan berbiji (spermathophyta) lainnya yang mengandung banyak karbohidrat, vitamin, mineral dan kandungan lainnya membuat biji mangga menjadi ide untuk produk olahan alternatif yaitu jebingga.
Di dalam biji mangga telah dijelaskan bahwa kandungan nutrisinya tidak kalah baik dengan daging buahnya seperti kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi tubuh dan penyusun komponen-komponen sel, protein sebagai zat pembangun sel-sel tubuh dan lemak dan sebagai cadangan energi tubuh dan pelarut vitamin A, D, E dan K. Oleh sebab itu berbagai macam nutrisi atau gizi tersebut diolah dan ditambahkan oleh bahan pendukung lainnya.
           Di dalam pembuatan jebingga selain bahan pokok bahan penolong sangatlah diperlukan karena sangat membantu dan mendukung hasil jenang yang optimal dan baik seperti gula merah yang bergua untuk pemberi warna pada jenang, pemberi aroma, pemberi rasa manis, sebagai bahan pengawet dan pembentuk tektur atau lapisan keras pada jenang.
Dan juga garam yang berguna menambah rasa gurih, lezat dan membangkitkan aroma, membantu menghindari pertumbuhan bakteri. Selain itu dengan munculnya produk olahan jebingga dapat lebih menarik minat konsumsi jenang pada umumnya. Karena rasa dari jebingga tidak kalah enak dengan jenang-jenang lainnya sehingga pengkonsumsi jenang ini dapat menambah jajanan masyarakat.
Oleh sebab itu, para pengonsimsi buah mangga pada umumnya dapat lebih memanfaatkan buah mangga tersebut, tidak hanya diambil daging buahnya saja, akan tetapi biji mangga pun juga bermanfaat, sehingga konsumen dapat mengurangi limbah biji mangga yang menggangu lingkungan sehari-hari dan menjadi masyarakat yang lebih kreatif serta inovatif.

3.1  Kandungan Nutrisi Tertinggi dalam Biji Mangga

a.       Karbohidrat
Karbohidrat adalah zat produk yang banyak menghasilkan energi yang diperlukan oleh  tubuh, selain  sumber energi, karbohidrat berfungsi dalam penyediaan bahan pembentuk protein dan lemak serta menjaga keseimbangan asam dan basa. Karbohidrat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: gula sederhana dan gula majemuk.

b.      Protein
Protein berfungsi sebagai sumber energi, bagian penting untuk plasma sel, zat pembangun           untuk pertumbuhan, pengganti sel-sel yang rusak, pembentuk enzim, hormone, dan anti body, serta mempertahankan vikositas darah.

3.2  Kandungan Vitamin Teringgi Dalam Biji Mangga

  a. Vitamin C
Vitamin C berfungsi sebagai membentuk metaboisme lemak dan jaringan ikat untuk kesehatan gusi. 
a.       Vitamin B1
Vitamin B1 berfungsi sebagai pembuat neotransmiter dan metabolisme karbohidrat.

3.3  Kandungan Air Dalam Biji Mangga
Sebagai pelarut semua senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh, sebagai tempat berlangsungnya semua proses metabolisme atau reaksi kimia di dalam tubuh, sebagai sarana transportasi senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh dan merupakan sarana homoestatis suhu tubuh.

3.4 Kandungan Lemak Dalam Biji Mangga

Lemak merupakan suatu senyawa organic yang tidak dapat larut di dalam air. Beberapa fungsi lemak yaitu :
1.      sebagai cadangan energi
2.      sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K
3.      lapisan lemak pada kulit melindungi tubuh dari hawa dingin
4.      sebagai komponen penyusun membrane sel dan membrane organel sel
5.      melindungi organ-organ vital, misalnya jantung dan ginjal.
Berdasarkan sumbernya lemak dibagi menjadi 2 yaitu lemak nabati, yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewani yang berasal dari hewan. “lemak yang terkandung dalam jebingga termasuk lemak nabati”.
Selain itu dari segi ekonomi, pembuatan jebingga oleh masyarakat dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai perekonomian rakyat. Sehingga pembangunan perekonomian rakyar menjadi lebih maju dan kreatif. Dari pernyataan di atas penulis yakin bahwa biji mangga yang menjadi limbah karena dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan alternatif yang nikmat dan menguntungkan.

3.5   Angka Kecukupan Gizi

a.       Penentuan berat badan ideal
Saya perempuan berusia 21 tahun dan memiliki tinggi badan 151 cm dan berat badan 40 kg, maka BBI saya adalah
     BBI=(151-100)-10%(151-100)
     BBI= 45,9 kg
b.      Basal Metabolisme:
      BEE= 45,9x0,95x24
      BEE= 1046,52 kkal
c.       REE
      REE = BB X 25XAF (AF = 2,0)
              = 40x25x2
              = 2000 kkal/hari
d.      BMI
     BMI = BB/(TB, m)^ 2
        = 40/(1,51)^2
        = 14,1839
Bila dibandingkan dengan basal metabolisme energi dari biji mangga adalah sebesar 247,99 kkal, maka kebutuhan energi untuk sehari – hari belum mencukupi.

3.6       



 Perbandingan Gizi






















BAB IV
KESIMPULAN

1.   Biji mangga dapat dijadikan sebagai produk olahan alternatif (jenang).

2.  biji mangga dapat ditambah daya tariknya untuk konsumsi sehingga meningkatkan nilai pemanfaatan biji mangga tersebut.























DAFTAR PUSTAKA
Sugeng.2013.Manfaat Buah Mangga Untuk Kesehatan.http://manfaattumbuhanbuah.blogspot.
             com/2013/manfaat-buah-mangga-untuk-kesehatan.html.
    Situmorang.2011.Tanaman Mangga.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26078/
                 Chapter%252011.pdf.